Selasa, 28 Januari 2014

Aku Terlahir 500gr dan Buta

Judul Terjemahan : Aku Terlahir 500 gr dan Buta
Penulis : Miyuki Inoue
Penerjemah : Tiwuk Ikhtiari
Cetakan : Kelima, Mei 2007
Tebal : xiv+183

Kisah seorang buta yang patut berbangga meski buta? Anda akan mengetahuinya dengan membaca novel kisah nyata (true story) yang ditulis Miyuki Inoeu. Aku Terlahir 500 gr dan buta, itulah judul novel yang ditulis oleh Miyuki.
Novel ini sungguh luar biasa, bagaimana tidak disebut luar biasa, Miyuki membuat novel kehidupan dirinya sendiri, mulai dari kisah kelahirannya yang menguras air mata sang ibu sampai menjadi kebanggaan karena memenangkan perlombaan mengarang tingkat nasional Jepang ketika duduk di SMP.
Dalam keadaan normal, seorang bayi harus berada di dalam kandungan selama 40 minggu, sedangkan Miyuki berada dalam kandungan ibunya hanya 20 minggu. Oleh karena itu, Miyuki harus berada dalam tabung inkubator selama 4 bulan setelah lahir ke dunia. Selama empat bulan itu tak sekali pun Miyuki kecil merasakan pelukan sang ibu.
Miyuki lahir dengan berat setengah kilogram, seperenam dari berat bayi umumnya. Saking kecilnya hingga Miyuki bisa digenggam. Kepala Miyuki sebesar telur dan jari-jari sekurus tusuk gigi. Keadaan itu membuat Miyuki kecil harus masuk dalam tabung inkubator.
Masa-masa sulit Miyuki selama dalam tabung inkubator menguras air mata ibunya. Ibu Miyuki dengan tegar memberi semangat pada Miyuki kecil. Sejak kelahirannya, dokter yang merawat Miyuki menvonis usia Miyuki tidak lebih dari 2 minggu. Tapi dokter bukan Tuhan. Meski sudah divonis tak akan bertahan hidup, Miyuki berhasil melewatinya, sampai akhirnya berada dalam dekapan ibu 4 bulan kemudian setelah dikeluarkan dari tabung inkubator.

Berada dalam tabung inkubator terlalu lama memiliki risiko gangguan kesehatan pada mata bayi. Risiko itu juga harus ditanggung Miyuki kecil. Miyuki kecil tidak sempat melihat dunia tempat dia berada. Miyuki mengalami kebutaan. Tabung inkubator dialiri banyak oksigen. Jika bayi terlalu lama berada dalam tabung inkubator, bayi itu bisa terkena ROP (Retinopathy of Prematurity), yaitu penyakit yang bisa membutakan bayi prematur kalau menghirup terlalu banyak oksigen.
Perjuangan hidup Miyuki semakin berat. Lahir prematur saja sudah membuatnya berbeda dari anak-anak seusianya. Ditambah dengan kebutaannya, Miyuki semakin harus bekerja keras dalam hidupnya. Yang sangat bermakna dari novel ini adalah lika-liku perjuangan hidup Miyuki sejak dia lahir hingga menginjak remaja. Bukan hanya perjuangan untuk mendobrak kebutaannya, tetapi juga harus terus berjuang dalam kekerasan-kekerasan yang dilakukan ibunya. Bukan kekerasan fisik, melainkan lebih pada kekerasan psikis.
Ibu Miyuki sangat keras dalam mendidik Miyuki. Ibu kebanyakan akan menjaga dengan hati-hati anaknya yang buta, tetapi tidak untuk Ibu Miyuki. Ibu Miyuki akan membiarkan Miyuki merasa sakit karena terjatuh, merasakan benturan keras di kepala, dan masih banyak yang lain. Itulah cara Ibu Miyuki mendidik Miyuki menjadi manusia yang tegar dan mandiri.

Ibu Miyuki ingin anaknya tidak rendah diri meski menjadi seorang yang buta. Pernah suatu kali Miyuki terjatuh dari tangga. Ibu Miyuki bukannya menanyakan keadaan anaknya, tetapi menyalahkan anaknya, ”Salah sendiri.” Hanya itu ucapan ibu lalu pergi meninggalkanku sambil menggumam, ”Berapa kali harus jatuh sampai kamu puas, hah? Kalau kamu jatuh terus, nanti lantainya rusak.” (halaman 43).
Di satu sisi Ibu Miyuki menginginkan anaknya tegar dan mandiri. Di sisi lain dalam diri Miyuki merasa tersiksa karena perlakuan ibunya. Miyuki merasa kesal terhadap perlakuan ibu, tetapi Miyuki tidak bisa jauh dari ibunya. Miyuki sangat memerlukan ibunya.
Lembar demi lembar dalam novel ini dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam diri Miyuki tentang perlakuan-perlakuan kasar ibunya hingga Miyuki menemukan sebuah kesadaran akan kehebatan ibunya ketika membesarkannya. Miyuki dengan jujur mengutarakan perasaannya, baik itu perasaan senang ketika dekat ibu, sedih saat jauh dari ibu, maupun sakit hati pada perlakuan ibunya.
Suatu hari Miyuki ingin merasakan naik sepeda. Ibu Miyuki menyanggupi untuk mengajak Miyuki belajar naik sepeda di lapangan. Ibunya memberi tahu cara naik sepeda.
Miyuki berpikir ingin duduk di belakang saja dan ibunya menolak. Tadinya aku ingin duduk di belakang saja, di boncengan dan ibunya menuntun sepedanya. ”Kalau kamu minta duduk di belakang, kamu tidak bisa naik sepeda selamanya. Kamu harus percaya kalau kamu bisa naik sepeda. Ayo, coba lagi!” (halaman xi).

Setelah diberi tahu ibunya cara naik sepeda, Miyuki harus menaiki sepeda sendiri. Ibu Miyuki hanya duduk di kursi panjang sambil meneriaki Miyuki untuk bangun lagi saat terjatuh. Miyuki sangat kesal karena ibunya tidak menolong sekali pun. Padahal lutut dan tangan Miyuki sudah berdarah-darah dan terasa perih. Sampai empat puluh kali jatuh dari sepeda, akhirnya Miyuki bisa naik sepeda. Rasa sakit yang dialaminya dan kejengkelan pada ibunya tak lagi dirasakannya setelah berhasil naik sepeda dan merasakan embusan angin.
Tentunya Miyuki hanya bisa naik sepeda di lapangan. Jika di jalan raya, itu akan membahayakan dirinya. Miyuki tahu bahwa ibunya menangis saat melihatnya belajar sepeda ketika dia menulis cerita tentang dia dan ibunya.

Kebutaan tak menghentikan Miyuki untuk merasakan hal-hal yang dialami anak-anak sebayanya. Itulah yang ditanamkan sejak dini oleh Ibu Miyuki. Apa pun yang diinginkan Miyuki selalu didapatkan, tetapi tentunya dengan usaha yang keras. Ibu Miyuki tidak membiasakan Miyuki untuk mendapatkan hal-hal yang instan.
Perjuangan Miyuki dan ibunya membuahkan hasil yang luar biasa. Miyuki berhasil memenangkan lomba mengarang SLB tingkat nasional Jepang. Dalam karangan-karangannya Miyuki menceritakan kisah dirinya, ibu yang selalu keras padanya, tangis dan tawa bersama ibu, dan cerita-cerita mengharukan yang didengar dari ibunya. Melalui karangan-karangan ini pula Miyuki menjadi sadar, bahwa berkat ibunya, Miyuki bisa menjalani kebutaannya. Kecintaan Miyuki pada dunia tulis-menulis ini akhirnya membuahkan novel ini.

Ketika Anda membaca novel ini Anda akan merasa seolah-oleh Miyuki bercerita pada Anda. Tutur bahasa yang sederhana membuat novel ini mudah dipahami. Hal ini tentunya juga didukung oleh sang penerjemah, Tiwuk Ikhtiari.
Novel ini baik dan layak dibaca oleh semua orang, terutama diperdengarkan pada sesama kita yang tidak diberikan mata normal.

Pertama, dengan membaca novel ini wawasan Anda tentang ”kebutaan” akan menjadi lebih positif. Memang, ”kebutaan” itu membuat pemiliknya harus berusaha lebih keras dalam mendapatkan sesuatu. Miyuki, satu di antara jutaan orang yang buta, berhasil mendobrak kebutaannya dengan bantuan penuh ibunya.
Oleh karena itu, jangan menjadi lemah karena putri, putra, kakak, adik, atau orang tua Anda yang buta. Akan tetapi, doronglah dia menjadi positif dalam memandang hidup. Ingatlah perjuangan Ibu Miyuki dalam mendidik Miyuki. Dalam didikan ibunya, Miyuki menjadi seorang yang mandiri dan bangga pada dirinya.
Kedua, dalam beberapa hal, bisa jadi Anda, saya, dan Miyuki mempunyai kesamaan. Mendapat perlakuan keras dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Akan tetapi, yakinlah bahwa sebagaimana Miyuki alami, buah-buah rohani akan dirasakan dengan nikmat bila kita sampai pada kesadaran tertentu. Lebih penting lagi, sikap pantang menyerah Miyuki dan kesetiaan sang ibu membesarkan anaknya bisa menjadi inspirasi dan motivasi kita untuk terus berjuang, memperjuangkan apa yang kita inginkan.

Jumat, 24 Januari 2014

Tes Psikologi Online

Tes Psikologi Online

Tes psikologi atau psikotes sendiri merujuk pada suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan sampel perilaku yang relevan dengan fungsi kognitif atau afektif. Setelah mendapatkan sampel perilaku yang relevan tersebut, kemudian dilakukan evaluasi dan penilaian berdasarkan standar penilaian yang ada.


Karena penilaian tersebut, maka setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda dan mendapatkan hasil yang berbeda pula. Tes psikologi online yang sering kita temui, mencoba untuk menyajikan terhadap kemampuan kognitif atau afektif tertentu bagi diri seseorang.

Jenis-jenis Tes Psikologi Online

Jika melihat sekilas dalam tes psikologi online yang banyak terdapat di dunia maya, maka kita akan dapat mengelompokkan beberapa jenis tes tersebut. Pengelompokkan tentang jenis tes psikologi sebenarnya sama dengan pengelompokkan di dalam pembelajaran tentang diagnostik yang diberikan kepada mahasiswa fakultas psikologi. Jenis-jenis tes psikologi tersebut antara lain sebagai berikut :
  • Tes Matematika
Tes psikologi secara online salah satunya memuat tentang tes matematika. Tes matematika ini memuat tentang hal-hal seputar deret, irama bilangan, penjumlahan, pengurangan, dan pembagian.

  • Tes Logika atau Penalaran

Tes psikologi online tentang logika atau penalaran biasanya berupa deret huruf maupun penalaran yang terdiri atas deret gambar, baik dua maupun tiga dimensi. Hal yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan kita dalam memahami pola-pola atau kecenderungan tertentu yang kemudian diwujudkan dengan gambar.
  • Tes Verbal

Tes psikologi online tentang verbal mengukur kemampuan berbahasa seseorang. Tes ini bisanya terdiri atas tes sinonim atau padanan kata, antonim atau lawan kata, penalaran verbal yang bisa jadi berupa soal mengerti sebuah wacana tertentu, juga soal diksi, dan pengertian serta perbandingan antarkata.
  • Tes Kraeplin atau Tes Pauli 

Tes ini banyak sekali terdapat dalam tes psikologi secara online karena bersifat hitungan dengan angka yang berganti-ganti menjulang ke atas. Hal yang diukur dalam tes ini sebenarnya adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, penyesuaian diri, ketelitian, dan sekaligus kecepatan dalam mengerjakan tugas.
  • Tes Wartegg 

Meskipun jarang, tetapi tes wartegg juga dibahas dalam tes psikologi secara online. Tes wartegg menyajikan sebanyak delapan tanda yang kemdudian kita diperintahkan untuk menggambar sesuatu dari tanda-tanda yang telah disediakan tersebut. Tes ini mengukur tentang kepribadian seseorang dan cara sistematis seseorang dalam menyelesaikan persoalan.
  • Tes Draw-A-Person (DAP) 

Tes DAP memerintahkan kita untuk menggambar orang dalam bentuk detail. Gambar orang ini tak bisa diganti dengan gambar binatang, tumbuhan, maupun benda mati. Tes ini bukan menilai kemampuan kita dalam melukis atau menggambar. Oleh karenanya, dalam tes psikologi online, tes ini tidak terlalu banyak dibahas. Sebenarnya yang ingin diukur kepribadian kita dengan cara melihat tebal tipisnya goresan pensil, jenis kelamin orang yang digambar, dan beberapa detail lainnya.
  • Tes BAUM 

Tes ini juga merupakan tes kepribadian, yaitu kita diminta untuk menggambar pohon berkayu. Tak boleh menggambar pohon pisang, kelapa, atau tanaman perdu. Tes BAUM jarang diberikan pada tes psikologi online karena sistemnya memang bukan mengambil skor nilai, tetapi menilai kepribadian dari goresan tangan.
  • Tes Army Alpha dan Beta 

Tes ini merupakan tes yang seringkali digunakan dalam rekrutmen bidang angkatan bersenjata dan telah dipakai sekian lama di USA. Tes Army-Alpha dan beta jarang muncul pada tes psikologi online karena sifatnya yang memilih gambar-gambar hilang dalam beberapa gambar yang terpotong. Tes ini untuk menilai kecermatan serta ketepatan seseorang dalam menyelesaikan sebuah permasalahan dan menentukan keputusan.
  • Tes Minat dan Bakat 

Tes bakat banyak terdapat dalam tes psikologi online seperti MBTI, mulai dari versi pertama sampai dengan versi yang telah disempurnakan. Fungsi tes bakat yaitu untuk mengukur minat dan bakat seseorang dalam satu bidang tertentu.
Tes ini dipergunakan ketika akan mengarahkan siswa memilih jurusan di SMA. Bisa juga dipergunakan ketika siswa akan memilih jurusan ketika kuliah agar sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Bisa jadi seseorang memiliki bakat pada bidang verbal, bidang eksak, atau kesenian, serta memiliki bakat kepemimpinan. Ada juga bakat yang tidak bisa diukur dengan tes ini.
  • Tes EPPS

Ini merupakan tes yang banyak dibahas dan disajikan dalam tes psikologi online. Test EPPS termasuk jenis tes kepribadian. Tes ini terdiri atas sembilan puluh nomor lebih. Kesemua soal pada tes EPPS memiliki keterkaitan hubungan antara satu pernyataan dengan pernyataan yang lainnya.
Tes ini digunakan untuk mengukur seberapa besar motivasi, kebutuhan, dan sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau pekerjaan yang dibebankan kepada mereka. Jawaban EPPS pastilah beragam antara satu orang dengan lainnya. Namun, percaya diri dan konsistensi merupakan hal terbaik yang perlu dijaga ketika kita mengerjakan tes EPPS.

Tip Sukses Hadapi Tes Psikologi Selain Mempelajari Tes Psikologi Online

Beberapa tes psikologi memang tak bisa dipelajari meskipun kita sudah berlatih melalui tes psikologi online. Namun, beberapa lagi membutuhkan kecermatan dan konsistensi diri kita agar mendapatkan hasil sesuai harapan. Berikut beberapa tip sukses menghadapi tes psikologi untuk meraih kesuksesan menuju jenjang sekolah atau perolehan pekerjaan yang lebih baik.
  • Persiapan Ffisik Sebelum dan Ketika Berlangsungnya Tes

Persiapkan alat tulis sesuai standar tes. Meskipun tidak diumumkan, biasakan untuk menyiapkan alat tulis sebelum berangkat ke tempat tes. Beberapa di antara alat tulis yang perlu dipersiapkan adalah pensil 2B, pensil HB (untuk menggambar), penghapus pensil, pulpen (jangan bolpoint karena tintanya bisa luntur), dan penggaris.
Beristirahat dengan cukup, terutama pada malam sebelum tes berlangsung. Dengan istirahat yang cukup, maka pagi harinya kita bisa menghadapi tes dengan perasaan segar bugar dan penuh konsentrasi.
Membersihkan diri dan makan pagi. Sebelum berangkat ke tempat tes, usahakan mandi dan berpakaian rapi. Kebersihan diri dan pakaian menunjang performance dan kepercayaan diri sehingga bisa berkonsentrasi menghadapi tes psikologi. Karena ini bukan lagi tes psikologi online seperti latihan kita selama ini. Jangan lupa pula untuk makan pagi agar perut terisi dengan secukupnya.
Mengetahui tempat tes sehari sebelumnya. Jangan lupa untuk mencari tempat penyelenggaraan tes psikologi yang akan dihadapi. Hal ini untuk memudahkan kita mencarinya keesokan hari sehingga menghemat waktu dan tenaga untuk mengerjakan tes saja.
  • Persiapan Psikis

Persiapan psikis yaitu persiapan mental sebelum dan ketika menghadapi tes psikologi. Persiapan mental ini bisa mulai dilakukan pada saat latihan dengan tes psikologi secara online. Karena melatih mental adalah melatih kepercayaan diri, keyakinan, dan tindakan jujur diri kita masing-masing. Dengan adanya kepercayaan diri dan keyakinan akan apa yang telah dilakukan tersebut, maka hasil yang diperoleh juga akan maksimal dan tepat pada sasaran yang diinginkan.
Selain berlatih tes psikologi online, yang perlu untuk dilakukan terutama adalah berdoa. Dengan berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan, maka semua pekerjaan yang kita lakukan akan menjadikan baik adanya.

Cek juga penjelasannya di blog teman saya ya ... nih
1. KLIK (IRSYAD)
2. KLIK (INKA)
3. KLIK (INTAN)
4. KLIK (HAQQI)


Sumber : http://www.anneahira.com/tes-psikologi-online.html